By: TwitterButtons.com

"Mana semangatnya?"

Posted by BuNgAnJaSH


Hari ini setelah lewat beberapa tahun hilang kontak, gw akhirnya ketemu lagi sama salah satu dedengkot aktivis kampus jaman gw kuliah dulu (Sebut aja namanya dengan A'a R. Kenapa A'a R? satu, karena memang orang Sunda; klo huruf R-nya mah karena memang namanya dimulai dari huruf R; Kenapa g gw tulis aja nama aslinya? karena blog ini merupakan area publik, g etis aja rasanya kalo gw tulis nama aslinya disini).
Awalnya tuh gara-gara gw nulis pesan di wall dia nanyain dia punya blog apa nggak.. eh dengan semangat 45, A'a R langsung nelfon gw. Akhirnya, gw pun meladeni si A'a dengan semangat 45 juga.. Alias langsung ngajak ketemuan hari ini juga.. hehehehe.. dan jadilah gw (dan laki gw) meluncur ke daerah kediaman A'a R di bilangan Kalibata.
Berhubung si A'a g ngasih tau alamat lengkapnya, jadilah gw dan laki gw nungguin dia di depan Taman Makan Pahlawan Kalibata. G nyampe 10 menit, A'a nongol ngejemput kita berdua sama temennya.

Seperti yang masih gw inget.. A'a tetap mempertahankan kebiasaannya jaman dulu tiap ketemu gw.. YA!!! Masih aja tuh pipi gw dicubitin!! (Padahal udah g se-gembil dulu kan ya, A? Berat badan gw kan dah turun 20 kg sejak jaman kuliah!).
Dan masih aja A'a ribet nyiapin biar orang-orang yang datang berkunjung merasa nyaman.. Sampe g enak hati jadinya... Mulai dari teh botol sampe kopi (Padahal hari ini gw dah ngopi 3 gelas!! Berhubung g enak hati kalo nolak, gw tenggak habis tuh gelas kopi ke 4 gw hari ini!!), rokok, sampe Indomie goreng... bahkan A'a sempet-sempetnya mainin gitar sambil nyanyi-nyanyi kecil biar tamunya g bosen nungguin Indomie mateng! (Salut untuk keramahannya, A'a R!!!!).

Setelah basa-basi sebentar dan ngenalin laki gw ke dia, kita pun bernostalgia tentang masa lalu. Tentang jaman baheula waktu reformasi masih bergema gaungnya. Kita juga saling update kabar kawan-kawan sesama aktivis kampus dulu. A'a cerita bahwa si "D" sekarang buka bisnis sendiri sambil jadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di jakarta; Si "E" sempet terdampar di Macau (tujuan awal "E" adalah kerja ke New Zealand.. malah jadi korban penipuan penyalur tenaga kerja dan nyasar di Macau), trus di tahan karena visanya habis dan akhirnya bisa pulang ke Indonesia; A'a juga cerita tentang salah satu dedengkot aktivis seangkatan dia, si "G".. si "G" sempet mensuplai arang untuk pasar-pasar tradisional, padahalnya tadinya kerja si "G" tuh sebagai salah satu staf PBB; Tentang si "A" yang punya restaurant di daerah Kuta, Bali; Tentang "MY" yang jadi fotografer; Tentang "N" yang akhirnya sukses berbisnis dan punya kartu nama dengan ciri khas logo kapal tanker; Tentang si "M" yang kerja di salah satu provider telekomunikasi swasta di Indonesia; si "P" yang sudah menikah tapi kurang produktif; sampe ke si "DM" yang katanya kerja di salah satu departemen store di daerah Kelapa Gading sebagai Supervisor dan agak-agak trauma kalo harus berhubungan dengan "lingkaran aktivis/mantan aktivis" (termasuk gw)!.
Gw sempet nanya sama A'a "Kenapa sih si "DM" trauma?" A'a pun ngejelasin ke gw, bahwa sejak gw absen lama dari pertemuan-pertemuan kawan-kawan.. banyak kejadian heboh... mulai dari "GD" yang harus diadili karena perbuatan makarnya (ngebakar foto penguasa), keciduknya 12 anggota organisasi kita saat lagi demo di depan Kejaksaan Tinggi, sampe divonisnya "C" yang dihukum seumur hidup karena kasus mutilasi.... dan yang terakhir disebutin itu yang bikin kawan-kawan bubar jalan... yang (menurut A'a) juga bikin "DM" trauma.... bahkan kasus yang terakhir itu masih belum bisa di bahas secara terbuka diantara kawan-kawan... Ya iyalah pada TRAUMA!!! Mutilasi gitu....... Gw aja yang denger ceritanya telat, masih kaget... Gimana dengan kawan-kawan yang sehari sebelumnya masih berinteraksi dengan "C"??

Well, intinya udah banyak yang berubah... Ada yang udah nikah, udah punya anak, ada yang baru mau nikah, ada juga yang masih bujangan... Ada yang sukses (Takaran sukses itu apa ya?), ada juga yang masih begitu-begitu aja (Termasuk gw nih kayanya.. masih begitu-begitu aja)... Ada yang punya bisnis, ada yang jadi karyawan, ada yang milih jadi profesional... Sepuluh tahun lalu, kita semua masih berstatus mahasiswa...
Alesan gw nulis ini sebenernya karena gw sepaham ma A'a... Jangan sampai silaturahmi terputus... Meskipun jarak misahin kita semua, meskipun waktu kita untuk nongkrong dan diskusi g sebanyak sepuluh tahun yang lalu.. Bukan berarti kita udah saling ngelupain.. Bukan berarti kita sudah tumbuh jadi makhluk yang individualistis.. Toh, udah bukan jaman rikiplik... udah ada Internet... Bisa kirim email; bisa chatting lewat YM, Skype, Facebook, Twitter... Bisa juga tukeran Pin BB...

Kalo boleh, gw cma sekedar pngen ngingetin kawan-kawan (Halah! Sok Bijak dan Sok Arif bener sih gw!).. Jangan lupa untuk saling sharing pengalaman, Berbagi ilmu, saling kasih pendapat dan saran, kasih kritik, kasih kerjaan (kalo ada emang ada project-nya.. kenapa g?), dan terutama saling ngasih semangat.... Karena (seperti yang sudah gw alamin) hidup itu kaya roda yang selalu berputar.. kadang posisi di atas, kadang di bawah.. Semua pasti ada masanya.. Perubahan itu selalu terjadi... Persis seperti yang dulu kita koar-koarkan "tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri"..

Inget g jaman dulu A'a R suka tiba-tiba bilang "Mana semangatnyaaaaa?" (dengan intonasi suara khas yang cuma bisa dibikin sama si A'a) tiap ngeliat kita pada buntu ide... Kalimat simple dari A'a R (plus nyanyian yang diiringi petikan gitar si A'a) bisa bikin kita bersemangat lagi..
Jadi, gw harap tiap kawan-kawan lagi lesu dan kurang semangat.. Inget aja gaya kocak A'a R dan kalimat khasnya itu... dijamin.. pasti semangat lagi (kali ini semangat untuk cari duit, bukan untuk demo atau untuk diskusi kaya jaman dulu).. Yah minimal 'kan bisa senyum-senyum sambil ngebayangin gayanya si A'a yang kocak tapi tulus untuk nyemangatin kita...

"Mana Semangatnyaaaaa ?"

Retorika Para Penikmat Dunia Malam

Posted by BuNgAnJaSH


Kalian mungkin mengumpat kami dan berpikir negatif
kala tidur nyenyak kalian terganggu
dengan kegaduhan kami di pagi buta

Salahkah kami menikmati yang malam ibukota tawarkan?
di saat di langit pagi kami, udara segar nyaris tidak ada
berganti dengan asap kendaran yang membabi buta
pekarangan hunian kalian, penuh setapak rumput menghijau
dan bunga-bunga segar
di hunian kami, kadang pekarangan pun nyaris tidak ada
diganti dengan saluran pembuangan mampet
atau pagar pembatas tipis pemisah dengan trotoar jalan dihadapan

Salahkan kami tergiur dengan hingar bingar ibukota?
disini tidak ada anak sungai yang airnya jernih mengalir
untuk kami bermain air atau menangkap ikan,
hanya ada Kali yang kotor penuh sampah.

Saat kalian tertidur nyenyak,
beberapa dari kami masih terjaga mengerjakan deadline untuk esok hari
dan kala pagi tiba
sarapan hangat bersama keluarga hadir sebagai sebuah kebiasan rutin kalian..
sedang kami, begitu terjaga dari tidur yang seadanya.. terburu-buru mandi,
dan dipaksa waktu menghabiskan sarapan di kendaraan agar tidak terjebak macet menuju tempat kerja

Salahkah kami?
saat kami menghabiskan jutaan untuk membeli sepatu, tas, baju, dan perawatan kulit wajah kami?
sepatu mahal itu yang menumpu jemari lelah kami setelah berjam-jam presentasi
tas dan baju adalah bagian dari penampilan kami yang harus kami jual, selain dari isi otak kami.. sekedar untuk memenuhi apa yang kami impikan dari kami kecil..
dan jutaan rupiah bagi kulit wajah, yang kami siksa dengan tebal make-up.. demi menutup raut lelah kami..

Salahkah kami?
menikmati hiburan malam di klub-klub terkemuka di kota kami?
karena hanya itu jarak yang terjangkau bagi tubuh-tubuh lelah kami..
pegunungan hijau, sawah, dan pantai terlalu jauh untuk kami tempuh saat hari senggang kami
hanya tersedia 48 jam saja di tiap minggunya...

Tolong, jangan tatap kami sebagai Hedonis kambuhan
saat kalian tidak mengerti posisi kami..
Jangan pikir bahwa kami tak berTuhan dan hanya buta akan hidup saat ini saja..
beberapa dari kami menjumpai Tuhan 5 kali sehari berteman sarung dan mukena,
ada yang tiap akhir minggu bersemangat menyanyikan lagu Pujian di Rumah Tuhan,
ada yang sibuk membuat canang yang dipersembahkan kala pagi dan senja tiba,
hingga ada pula yang berdoa dan berjumpa Tuhannya dengan cara mereka masing-masing
hanya saja. Tuhan kami menghadirkan realita
yang sedikit banyak berbeda dengan kalian..
Tuhan kami mengajarkan bahwa waktu adalah hal yang berharga
tiap detik adalah sen-sen uang, untuk kemudian kami kantungi sebagai bekal makan esok hari
sedang Tuhan kalian,
menyediakan sawah ladang, hutan dan pantai untuk kalian garap..

bagi kalian, rokok adalah musuh..
untuk sebagian dari kami, rokok adalah sahabat setia
kawan kami menghabiskan malam panjang saat waktu lembur bekerja
untuk deadline proyek yang entah nanti disetujui atau tidak oleh atasan kami..

Kalian menatap kami dengan sinis,
saat kalian melihat baju-baju dengan belahan rendah pada dada
dan rok kami yang demikian minimnya..
tolonglah mengerti, dari senin sampai jumat sudah kami lalui dengan seragam yang di setrika rapi
biarkan kami lepas dari gerahnya aura ruang-ruang kantor dan segala aturan yang mengekang
hanya untuk masa yang singkat di senggang kami

di saat kalian pulang
selesai membajak sawah, mengajar, atau pun menangkap ikan..
kalian kembali ke pelukan sanak famili yang menanti kalian kembali..
sedang beberapa dari kami,
kembali pulang
menemui keadaan ruang kosong
di tengah sepi mencekam...

Jadi, tolong pahami kami..
betapa kami mencoba mengisi sepi jiwa kami dengan hingar bingar musik
yang dunia malam tawarkan..


(-->sebuah coretan iseng, hasil dari sebuah pemikiran iseng di siang bolong)

JOB APPLICATIONS WANTED : ASS LICKER !!!

Posted by BuNgAnJaSH


Tired of being rejected in almost all application that u've made just because you show "a little bit" of your idealistic character on interviews?

well, then WELCOME TO INDONESIA.. where most of the company didnt look for someone's smart and idealistic, but they did look for lots of ASS LICKER (they didnt really care for your credibility and capability) as their employees.

Indonesia, negara gw tercinta yang (katanya!) udah merdeka selama lebih dari setengah abad dari penjajahan.. ternyata masih belum merdeka dari yang namanya kebodohan dan kemunafikan..

orang-orang idealis nyaris ga akan pernah bisa sejahtera di negara ini.. contoh aja Pramoedya Ananta Toer, Soe Hoek Gie, Presiden Soekarno, dan sederet nama lainnya yang ga bisa gw sebutin satu-satu.. mereka semua tersingkir, dibuang, diasingkan... Mereka semua harus membayar dengan HARGA yang MAHAL untuk keidealisan mereka..

"Is it wrong to say wrong for things thats wrong and is it wrong to say right for things thats right?"

kadang, kita malah dituntut untuk Diam.. Bungkam.. menjadi munafik.

Apakah hal-hal seperti itu dibenarkan?

Jangankan nyari kerjaan dengan berbekal keidealismean, cuma sekedar bikin coret-coretan puisi idealis aja udah dianggap sebuah tindakan Subversif (masih ada yang ingat sama kata ini??)

Bagaimana Negara ini mau maju kalo yang kerja di Pemerintahan dan perusahaan-perusahaan besar adalah orang-orang yang cuma bisa "ngejilat pantat atasan" atau "apapun saya lakukan asal Bapak senang" tapi ga bisa kerja, ga bisa kreatif, ga bisa berpikir kritis, ga punya dasar idealisme? THE WRONG MAN IN THE RIGHT PLACE... WHAT A NIGHTMARE!!!!

Kenapa orang-orang yang idealis justru tersingkir?

Apakah orang-orang idealis harus menciptakan lapangan kerja bagi mereka sendiri karena nyaris semua lapangan kerja yang ada hanya menyediakan lowongan buat para penjilat tersebut?

Lalu, sampai kapan pembodohan ini akan berakhir di Negara ini???

Translate This !